Sejarah

Entrepreneurship (kewirausahaan) memberi konstribusi pada suatu bangsa dalam meningkatkan levelnya menjadi negara maju. Kategori untuk pencapaian tersebut harus didukung dengan memiliki rasio jumlah entrepreneur berkisar 2 persen dari populasi penduduk. Pada tahun 2016, rasio wirausaha di Indonesia mencapai 1,65%, dan diakhir 2017 telah mencapai rasio 3,1% (BPS). Rasio ini tentunya akan terus meningkat sesuai dengan kondisi suatu bangsa dan persaingan global.

Universitas diharapkan mampu mendorong dan menghasilkan alumni yang memiliki jiwa kewirausahaan yang dapat berperan aktif dalam memajukan perekonomian bangsa. Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka mewujudkan visi Universitas Negeri Makassar (UNM) “sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan”. UNM mempersiapkan mahasiswanya berwawasan kependidikan dan kewirausahaan, dengan membekali mata kuliah wajib Kewirausahaan setiap program studi pada semua jenjang strata dan program-program kewirausahaan. Dengan harapan sejak kuliah dan setelah menjadi alumni dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Upaya untuk mewujudkan visi tersebut. Sejak tahun 2010, telah dibentuk Unit Pelaksanan Teknis (UPT) kewirausahaan UNM untuk mengembangkan atmosfir kewirausahaan di UNM.  Dengan mengadakan program mahasiswa wirausaha (PMW) dan menjalankan bisnis pengelolaan unit-unit usaha di bawah UPT Kewirausahaan.

Selanjutnya, sesuai visi Bapak Rektor UNM, Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. untuk mengembangkan UNM sebagai Entrepreneurship University. Maka dibutuhkan sebuah lembaga yang mampu mendorong akselerasi pengembangan kewirausahaan di UNM. Lembaga ini diharapkan menjadi pusat pengembangan bisnis untuk income generate bagi UNM yang telah berstatus Badan Layanan Umum (BLU).

Selain itu, menjadi pusat pengkajian pembelajaran, riset, dan inovasi untuk menyiapkan mahasiswa berjiwa kewirausahaan, memfasilitasi bagi mereka yang ingin memulai start up business dan mengembangkan usahanya. Lembaga ini juga memberikan layanan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin berkonsultasi dalam pengembangan usahanya.

Untuk mendorong proses hilirisasi hasil-hasil penelitian untuk pengembangan inovasi dan produk yang dapat berbentuk kemitraan antara Universitas dan Industri. Program kemitraan ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk yang unggul, diproduksi secara masssal, dan dapat berkonstribusi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa.